Jalani hidup dengan ikhlas dan dapatkan surga di akherat nanti

Ilustrasi.
Banyak sekali orang yang mengeluh karena diliputi rasa cemas. Sumber kecemasan dan permasalahan mereka adalah beberapa hal yang tidak ada penyelesaiannya. Hal-hal itu sudah menjadi takdir dari Allah SWT yang tidak dapat diolak. Inti permasalahnnya adalah karena tidak ikhlas menerima keputusan Allah SWT.

Islam telah membimbing agar senantiasa ikhlas dalam menghadapi cobaan dan musibah dalam kehidupan. Bahkan, Islam telah menjelaskan kepada manusia bahwa cobaan dengan beberapa kejadian adalah suatu karunia. Berawal dari hal ini, maka harus disikapi dengan baik. Salah satunya adalah dengan bersabar menghadapinya, ridha dengan ketentuan Allah SWT, dan tidak merasa khawatir ketika terjadi musibah tersebut.

Allah SWT berfirman, "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Inna Lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun.' Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 155-157).

Sosok muslim yang sebenarnya adalah sosok yang mampu menanggung musibah-musibah yang dialaminya dengan hati yang teguh, keyakinan yang mendalam, dan kesabaran yang baik. Oleh karenanya, janganlah kita khawatir dan mengatakan sesuatu yang menjadikan Allah SWT marah. Misalnya dengan berkata, "kenapa musibah ini menimpaku dan bukan menimpa orang lain?" perkataan seperti itu adalah perkataan seperti itu adalah perkataan orang yang tidak beriman. Orang yang beriman, tentu mengetahui bahwa takdir Allah SWT akan menjadi kebaikan baginya, baik didunia maupun di akhirat. Sekalipun takdir ini secara lahir tampak sebagai suatu musibah yang amat besar, tetapi hal itu akan menjadi sebuah kebaikan bagi orang yang beriman. Sungguh, Allah SWT hanya menghendaki kebaikan bagi seorang muslim untuk selamanya.

Balasan bersyukur dan bersabar adalah surga. Di sana terdapat pula aspek lain dari takdir yang tidak kita ketahui. Terkadang, takdir tampak jelas dan tidak tampak jelas oleh kita di dunia. Namun, seorang muslim hendaknya mengatakan, "semuanya itu sudah menjadi takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki itu pasti terjadi". Hendaknya pula, seorang muslim ridha dengan ketentuan dan takdir Nya serta mengetahui bahwa bila takdir ini ia sikapi dengan bersabar, maka hal itu akan menjadi kebaikan dan berakibat baik baginya. Selain itu, Allah SWT juga akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.

Allah SWT berfirman, "Diwajibkan atas  kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]: 216). Terkadang, terjadi suatu hal yang tidak kita sukai, yang secara tampak bagai siksaan, tetapi pada intinya hal itu adalah rahmat dari Allah SWT yang kelak akan kita ketahui hikmahnya.

Oleh karena itu, janganlah kita menyiksa diri dengan tidak meridhai ketentuan dan takdir-Nya. Janganlah menyiksa diri dengan mengatakan, "Seandainya aku melakukan ini, niscaya aku bisa mencegah terjadinya hal ini". Hal itu hanya akan membuat kita merasa kecewa dan menyesali masa lalu. Perlu disadari bahwa meskipun kita sangat menyesal dan telah berbuat apa saja untuk memperbaikinya, kita tidak akan dapat mengulanginya lagi. Lantas, untuk apa mengisi susu yang sudah tumpah?

Rasulullah SAW telah memperingatkan kita agar tidak berputus asa kaarena dengan putus asa seseoarang akan menyiksa dirinya sendiri, yait ktika ia menyangka bahwa ia mampu untuk mencegah takdir  ini seandainya ia berbuat ini dan itu. kata "seandainya" memang akan membuka pintu setan. Oleh karenanya, janganlah kita menduga bahwa kita mampu mencegah apa yang telah terjadi karena itu adalah takdir dan takdir sudah pasti terjadi. Selain itu, Janganlah berpikir mengenai apa yang telah terjadi, pikirkan mengenai apa yang masih dapat kita kerjakan.

Ketahuilah bahwa takdir Allah SWT pasti terlaksana. Maka, jika kita benar-benar menerimanya dan sabar dengan takdir itu, kemudian kita memuji Allah SWT dan mengembalikan segala sesuatunya kepada kehendak Allah SWT, berarti kita tergolong sebagai orang-orang yang menang dan selamat. Bila kita merasa kawatir dan tidak menerima, lalu sedih dan gusar dengan takdir itu, takdir Allah SWT tetap akan terlaksana. Oleh karenanya, pada saat awal terjadinya peristiwa itu, sebaiknya kita memuji Allah SWT, mengembalikan segala sesuatu kepada-NYA, dan hendaknya kita tidak gusar dengan takdir itu. Setelah merasa agak tenang, katakanlah, "sesungguhnya.... aku telah bersabar, ya Allah."



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jalani hidup dengan ikhlas dan dapatkan surga di akherat nanti"

Post a Comment